Ikrimah bin Abu Jahal ra.

“Selamat datang kepada penunggang kuda yang telah berhijrah"
(Ucapan selamat Rasulullah saw kepada Ikrimah)

Ikrimah bin Abu Jahal putra Abu Jahal sangat membenci Islam. Di Perang Uhud bersama dengan Khalid bin Walid nyaris menghancurkan Islam. Saat Mekah ditaklukkan, Ikrimah tetap melawan dan berperang dengan sahabatnya Khalid bin Walid. Sejak masuk Islam, prajurit berkuda pemberani itu selalu mengikuti peperangan dan mencurahkan seluruh jiwa raganya untuk Allah dan Rasul-Nya.
Pada hari keempat Perang Yarmuk, kekuatan 25.000-40.000 pasukan Islam terdesak oleh Byzantium dengan 100.000-125.000 pasukan. Ikrimah turun dari kudanya dan seorang diri hendak menerobos pasukan romawi. Khalid bin Walid menghalanginya, karena kematian Ikrimah akan menyulitkan pasukan muslim.
Ikrmimah menyeru pada kaum muslimin ”Siapa yang berbaiat untuk untuk mati?” Terkumpulah 400 muslimin termasuk pamannya al-Harits bin Hisyam dan Dhirar ibnul Azwar. Ikrimah seorang mujahid yang memburu syahid bersama 400 Muslimin menyerbu puluhan ribu pasukan Romawi.
Sebelum Ikrimah maju, ia berkata pada Abu Ubaidah bin Jarrah:
“Aku sudah bertekad mati, apakah Anda punya pesan penting pada Rasulullah bila aku menemuinya nanti?”
“Ya katakanlah pada beliau, Ya Rasulullah sesungguhnya kami telah menemukan bahwa apa yang dijanjikan Allah kepada kami memang benar!” kata Abu Ubaidah
Hanya dalam sekejap bayangan Ikrimah hilang ditelan debu dan kerumunan pasukan Romawi yang mendentangkan besi-besi tajam. Ribuan benda tajam menguraikan darah dan Ikrimah menderita luka di wajah dan dada. Melihat hal itu rekannya menyerunya:
”Takutlah pada Allah dan bersabarlah!”
”Dahulu aku berjuang seorang diri demi lata dan uzza. Demi Allah saya harus bertempur lebih keras lagi demi Allah dan Rasul-Nya.” Seru Ikrimah. Ikrimah terluka parah. Ketika pasukan muslim hendak memberinya air, ia mendengar suara lirih pamannya al-Harits ”Haus .. air ..” Ikrimah menolak minum dan menyuruh pembawa air mendahulukan pamannya. Ketika hendak minum, al-Harits mendengar rintihan Suhail bin Amru yang kehausan. Ia meminta pembawa air mendahulukan Suhail. Sayangnya, begitu pembawa air sampai, Suhail telah syahid. Ia segera kembali pada al-Harits. Namun, al-Harits telah syahid. Dan, ketika kembali pada Ikrimah, ia pun telah syahid. Sebuah ukhuwah yang meruntuhkan ego-ego duniawi.
”Ya Allah, ampunilah ia atas segala dendamnya, perjalanannya untuk memadamkan cahaya-Mu. Ampunilah ia atas segala apa yang merusak kehormatanku baik di hadapanku maupun di belakangku” (Doa Rasulullah saw untuk Ikrimah bin Abu Jahal).
Referensi 
Grania, Abu Fatah. 2008. Panglima Surga. Cicero Publishing.
Al-Basya, Abdurrahman Ra'fat. 2011. 65 Manusia Langit. Alih Bahasa. Senayan Abadi Publishing.